Lelaki Sendiri

Aku duduk sendiri hari ini! Ah… sudah kuduga akan begitu.

Dua hari lalu, ketika pandangan kita bertabrakan. Ketika terbaca ragu dalam matamu yang kecoklatan. Seharusnya semuanya langsung kubatalkan.

Kenapa tak kau katakan sejujurnya? Kenapa tak jujur saja? Jika itu memang cinta, aku pasti bisa mengerti. Seandainya kau punya sedikit saja keberanian untuk mengatakannya, semua pasti tidak jadi begini.

Gamelan jawa yang sejak tadi ditabuh sudah dihentikan. Bisikan para tamu berdengung, menusuk telingaku.

Ya, mereka membicarakanku. Lelaki yang sendiri. Lelaki yang ditinggal calon mempelainya pergi.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s