I’m single, so what?

ladybugs (source pict: the inet)
ladybugs (source pict: the inet)

“Kenapa sih, kayaknya jadi single tu aib banget.
Lebih malu-maluin daripada nyopet, nipu, bahkan lebih hina daripada jadi playgirl.
Gue gak nipu, korupsi, mbunuh, gak fitnah orang, gak ngelakuin hal buruk…
gue cuma…. jomblo.”

It’s 23:10 WIB, still have work to do, but I got this thing stuck in my mind.

“Being single and happy…”

Apa kamu percaya itu?

Berani bertaruh, kebanyakan orang pasti tak percaya. Jomblo, di mata anak muda sekarang ini (terutama remaja) sudah identik dengan ‘galau’, ‘kesepian’, ‘gak gaul’, ‘gak laku’, ‘gak keren’, daaaaan lainnya. Iya nggak?

Padahal jomblo bagi seseorang bisa jadi adalah pilihannya. Hey, setiap manusia kan unik, mereka bisa jadi punya seribu alasan untuk nggak pacaran. Atau mereka memang memilih untuk nggak pacaran tapi langsung nikah. Sah? Sah (banget) dong!

Tapi coba deh, pas ditanyain sama temen (yang kepo) “Kamu kenapa sih nggak punya pacar?” terus kamu jawab “Ya nggak papa, jomblo itu pilihan.” Bisa tebak reaksi mereka? Saya bisa… beberapa mungkin langsung tertawa menghina. Beberapa manggut-manggut tapi dalam hati mikir “Bilang aja loe belum laku!” Beberapa bisa jadi percaya dan setuju, dan beberapa reaksi lainnya.

See? Sadar atau nggak sadar, banyak orang yang sudah nggak lagi menganggap ‘jomblo’ itu pilihan. Jadi jomblo udah sama kayak ketinggalan kereta api, nggak lagi kayak milih jeruk ketika semua temen kamu milih apel. Sad… but that’s the fact of our young society.

Isn’t it unfair? Memukul rata semua orang hanya karena mereka memilih untuk sendiri. Padahal who knows, seseorang memilih sendiri karena trauma pernah dikhianati. Yang lain memilih sendiri karena merasa tak butuh didampingi. Ada yang memilih sendiri karena mereka simply gak ingin terikat. Ada yang masih sendiri karena belum ketemu orang yang tepat.

Setiap orang punya alasan. Pasti ada alasan. Mereka gak bisa dimasukkan dalam satu kotak berlabel jomblo yang kemudian diidentikkan dengan galau, suram, gak laku, dan sebagainya itu.

Kalian-kalian yang sudah berpasangan, are you happy? If you are, then good. Tapi happy dengan pasangan tak lantas membuat kalian bisa berpikir bahwa mereka yang sendiri itu tidak bahagia, kan? Punya pasangan nggak ngasih kalian hak untuk memandang rendah yang masih sendiri kan? Punya pasangan nggak ngasih kalian privilege untuk kepoin temen-temen kalian yang masih jomblo kan?

Tulisan ini sama sekali nggak dibuat untuk menggugat, atau menabrakkan kepala para singleton dengan para ‘doubleton’ di luar sana. Tulisan ini dibuat hanya karena saya heran.

Kenapa memilih antara ‘ingin sendiri’ dan ‘berpasangan’ itu nggak sesederhana kayak milih antara buah apel dan buah jeruk saat kita ada di pasar buah. No stereotype, no judging, no prejudice. Just a simple choice.

Lagipula, berpasangan itu masalah hati. Kalo nggak cocok, nggak mungkin dipaksa kan? Apa iya, harus maksa cinta ke seseorang dan berpasangan cuma demi gak diledekin ‘jomblo’ terus?

So, for all of you yang masih single… just do what’s best for you. Masih ingin sendiri, monggo… udah ngebet kawin, monggo dicari dulu pasangannya, hehehe…

Intinya, gak usah lah dengerin celotehan orang-orang yang memojokkan hanya karena status single kalian. Mereka cuma kehabisan topik, gak ada lagi yang bisa dibahas dan diomongin sampe akhirnya ngurusin kejombloan orang. Atau gak, mereka dulunya juga sering dibully gara-gara jomblo, jadinya pas udah gak jomblo gini gantian bully jomblo-jomblo yang masih bebas berkeliaran. Atau gak lagi, mereka itu emang perhatian banget sama kalian. Salah satu cara nunjukin perhatiannya ya itu, nyindirin biar kalian cepet punya pacar. Jadi ya sudahlah… dengerin aja, senyumin, cubit dikit juga gapapa… tapi gak usah masukin ke hati, apalagi bikin galau. You know what you want, gak masalah orang mau mikir gimana.

Dan bagi yang sudah berpasangan, I sincerely wish you a happy life. Semoga berpasangan bukan pilihan terpaksa yang kalian ambil demi menghindari stereotype buruk ‘single’ :p

Anyway Guys, single atau nggak itu cuma satu bagian kehidupan. Ada buanyaaaak hal lain yang ada di pikiran manusia. Mimpi, cita-cita, semangat berkarya, kerjaan, bingung cari makan, hobi, and many more. Gak melulu soal putus-nyambung, patah hati, bertepuk sebelah tangan, dikhianati, galau, dan khawatir jadi jomblo selamanya (amit-amiitt). Lagian isi dunia ni gak cuma cinta… udah tau belum ada apa di Mesir sekarang? Belum tahu? Gugling sana biar apdet! Jangan bingung ngurusin jomblo atau enggak doang… hoho.

So, for all of you… single, double, complicated, in open relationship, engaged, married, divorce, dan lain sebagainya… I’m wishing you all a happy and fulfilling life🙂

from 25 April 2013 (tapi lupa dipost, hehe)
#’the’ single and not (yet) available

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s