Laughing My Tears Out

crying (pict: favim.com)
crying (pict: favim.com)

kau punya kepala kan?
pernahkah, kepala terasa sangat penuh
oleh hal-hal penting, hal-hal yang harus kau lakukan
dan hal-hal tak penting
rencana-rencana
mimpi
fakta
menghitung realitas
ada hal-hal yang sengaja kau tekan
tak ingin kau pedulikan
kau pura-pura tak tahu hal itu ada di sana
kepalamu seperti akan meledak
seperti bom waktu yang sedang berhitung mundur

lalu di sini,
di dalam dadamu
terasa berat, terhimpit
paru-parumu terasa membesar, dan terus membesar
tapi kau semakin sulit bernapas
kau tahu,
yang di dalam sini
adalah yang paling merepotkan
dia selalu tahu apa yang harus dilakukan
meski terluka
meski sudah babak belur
dia tahu yang ‘seharusnya’ dilakukan
tapi aku tak mau menurutinya
aku tak mau melakukan yang seharusnya
karena aku sudah lelah

ini menyakitkan…

HAHAHAHAHAHAHAHAHA

aku memanggilmu, Yuugao…
duduklah di sini
kau tanya, “kenapa aku tiba-tiba memanggilmu setelah sekian lama?”
karena aku ingin sendiri

beri aku ruang untuk tertawa
karena ketika kepalamu serasa mau pecah,
dan kau sulit bernapas
ketika semua hal bercampur tak karuan
aku hanya ingin berada dalam kehampaan
dan tertawa

tertawa sampai menangis
terbahak-bahak sambil terisak
hingga aku tersedak
dan lupa asinnya air mata

– Silananda –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s