Lelaki

betapa kau, lelaki, tak pernah bisa mengerti dingin sukmaku.
sebab keringatmu selalu berhenti pada hangat gelora yang terus kau
sangka adalah rintihan pilu tubuhku.
kini aku tak tahu, siapa, hai lelaki, yang sebenarnya sekarat dalam sunyi.
kau atau aku? atau barangkali kita sama-sama menyerah pada seteru ini!

– pria iseng sendiri –
(dari 16 Januari 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s