Di Beranda Hatimu

di beranda hatimu aku pernah bertamu
dulu sekali, tanpa janji
kau mempersilahkan aku masuk
dan duduk dekat urat nadimu
kita hanya berbincang sebentar
selebihnya diam mengatur nafas
pandang mata saling mengunci

sebelum aku pamit, kau sempat berkata:
“maaf tak ada hidangan dalam hatiku, kecuali kekosongan”
“tak apa. kekosongan itulah yang akan membawaku kembali
atau menuntunmu padaku,” jawabku

– pria iseng sendiri –
(dari 30 Mei 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s