Penghabisan

padamu aku telah kehabisan kata-kata, juga isyarat, dan mungkin kesabaran.
puisi cinta yang kukumpulkan dari sekian keberanian telah kututup rapat,
kutaruh dalam lipatan hidup paling bawah bersama segala tentangmu.
aku telah memilih sepi sebagai seiring abadi, pada siapa
aku belajar mengingat yang sering kulupa, yang pernah kukhianati.
kini aku tak ingin menemui siapa-siapa, aku hanya ingin
menelanjangi diri sendiri. dan di cermin kulihat betapa
aku telah retak, menjadi serpih sunyi sebenar-benar sunyi.

– pria iseng sendiri –
(dari 25 Juli 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s