Tentang Hujan

kini hujan tak hanya mampir, tapi sekaligus
mulai tinggal.
ia mulai merayu ilalang, sembari menunggu
bunga-bunga mekar.

hujan mungkin membawa musim, sekaligus kenangan.
tapi bagi tanah yang terlanjur menyerah, ia hanya
menambah kesedihan.

bagi sebagian orang, hujan adalah kabar baik.
tempat menitipkan harapan, juga kegilaan.
tapi bagiku, ia hanya tetes air penunda dahaga.

sebab layaknya tanah yang terlanjur menyerah,
aku sudah terlalu akrab dengan kesunyian.
maka hujan bukan lagi apa-apa, kecuali
hanya kesementaraan.

– pria iseng sendiri –
(dari 13 Agustus 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s