subuh

pada langit subuh yang merekah, dia kembali jatuh cinta
pada semburat kuning pucatnya yang menerobos awan hitam
pada kecupan hangatnya yang merontokkan sisa beku semalam
juga pada keindahannya yang polos dan murni…
yang tak tertandingi,
bahkan oleh pesona senja -yang digilai para pujangga- sekalipun

– S –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s