Saat Pagi

pagi begitu syahdu. tak ada cicit burung
pada tangkai pohon, hanya ada sepi di daunnya
yang mulai menguning.

setitik embun jatuh perlahan, ingin
membangunkanmu.

barangkali kau masih tidur lelap, memeluk bantal
menjelajahi sisa mimpi semalam.

di luar langit serupa jemuran. dan rindu
tepat tergantung di atas kamarmu, kedinginan
menunggu kau angkat ke dalam hatimu.

– pria iseng sendiri –
(dari 7 September 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s