Saat Itu

aku menjumpaimu di sebuah ruang yang tak sengaja
di antara tatapan asing dan jabat tangan yang terlupa
aku ingat, waktu itu hanya ada senyum terbalut di bibirmu
selebihnya rasa takut atau barangkali sedikit gugup

kini aku tak tahu persis sudah berapa lama kita mengunjungi waktu
semuanya mengalir begitu saja, selayaknya pertemuan pertama
kita yang serba tak terencana

aku pun tak bisa memastikan, apakah esok kita menyusuri
jalan lurus atau kelokan berliku

– pria iseng sendiri –
(dari 7 September 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s