Surat 102

bersama denting yang mengalun dari kalbu

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (102:1)

dan langit maghrib yang memudar biru

“sampai kamu masuk ke dalam kubur” (102:2)

sejelas ikatan kemudian terpaut

“Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (102:3)

sejelas lafal “R” dari lidah yang kalut

“dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.” (102:4)

jebakankah tanyamu?

“Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,” (102:5)

otot-ototku berubah senyum

“niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,” (102:6)

mungkinkah ini hari yang jauh dulu?

“dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainulyaqin,” (102:7)

yang bergetar tak hanya tulangku

kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (102:8)

luruh…
dalam at-Takatsur yang utuh.

– S –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s