jika nanti Tuhan memasukkanmu ke neraka

Ceritanya pas beberes buku di kardus kemarin, saya nemu satu buku kumpulan cerpen punya A. Mustofa Bisri yang judulnya “Lukisan Kaligrafi.” Buku ini dulu dapet hadiah dari FLP Malang sekitar tahun 2011. Entah pas ada lomba apa kok saya dapet buku ini di FLP, hehe…

Pagi ini, kumcer punya Gus Mus ini saya baca ulang. Dan saya langsung diajak merenung oleh salah satu dialog tokohnya pada cerpen pertama yang saya baca. Judulnya Gus Jakfar. Ceritanya Gus Jakfar adalah seorang kiai yang diberi kelebihan dengan bisa membaca pertanda nasib orang lain hanya dengan melihat keningnya saja. Suatu ketika, Gus Jakfar berniat meguru pada seorang kiai bernama Kiai Tawakkal.

Ketika bertemu dengan Kiai Tawakkal, di luar dugaan Gus Jakfar malah melihat tulisan “Ahli Neraka” besar sekali di kening Kiai Tawakkal. Tanda ini semakin jelas bahkan ketika sang kiai hendak sholat atau setelah berwudhu. Aneh kan? Karena itu Gus Jakfar mengikuti Kiai Tawakkal untuk mencari tahu kenapa ada tanda ‘Ahli Neraka’ di keningnya.

Tapi Kiai Tawakkal yang sudah mengetahui apa yang ada di benak Gus Jakfar itu justru menjawab begini:

“Anak muda, kau tak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda “Ahli Neraka” di kening saya. Kau pun tak perlu bersusah payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Karena, pertama, apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. Kedua, kau kan tahu, sebagaimana neraka dan sorga, aku adalah milik Allah. Maka terserah kehendak-Nya, apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka.

Untuk memasukkan hamba-Nya ke sorga atau neraka, sebenarnyalah Ia tak memerlukan alasan. Sebagai kiai, apakah kau berani menjamin amalmu pasti akan mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung yang tadi kaupandang sebelah mata itu pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya, kita ingin berdekat-dekat dengan-Nya, tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. Bukankah begitu?” (Cerpen Gus Jakfar dalam KumCer Lukisan Kaligrafi, A. Mustofa Bisri, hal 10-11).

Makjleb bukan, sodara-sodara?

Kutipan dari cerpen A. Mustofa Bisri di atas setidaknya bikin saya merenung. Ah, benarlah kata Kiai Tawakkal itu. Tuhan tak perlu alasan, apalagi meminta izin kita untuk memasukkan ciptaan-Nya ke surga atau neraka. Lalu siapalah kita ini, yang seringkali tak tahu diri merasa bangga dengan hal-hal baik yang sudah kita lakukan, dan secara tak sadar (atau justru sadar) memandang remeh pada orang lain, seolah kita pasti lebih baik dari mereka.

Barangkali kutipan di atas perlu dibaca oleh mereka (atau kita?) yang merasa sudah meng-kavling tanah di surga, yang jarinya masih suka tunjuk ‘kafir’ sana-sini, yang suka berbuat kekerasan sambil membawa-bawa nama Tuhan seolah mereka yang paling suci-semuci dan berhak menimbang dosa dan pahala orang lain, yang sudah sangat percaya diri bahwa nantinya mereka tak bakal dijilat api neraka sedikitpun. Dan barangkali saya juga gak berhak menulis tudingan semacam ini tentang mereka, soalnya saya juga belum tentu lebih baik dari mereka 🙂

Btw, tiba-tiba saya jadi ingat lagunya Chrisye:
“Apakah kita semua benar-benar tulus menyembah pada-Nya
atau mungkin kita hanya takut pada neraka dan inginkan surga
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya?”

Dan kelak jika Tuhan tiba-tiba memutuskan untuk menjebloskanmu ke neraka karena Ia sungguh memang berhak, terlepas dari banyaknya pahala yang sudah kau tabung untuk membeli surga, apakah kau akan terima dengan ikhlas atau justru sakit hati pada-Nya?

– S –

2 thoughts on “jika nanti Tuhan memasukkanmu ke neraka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s