ayahnya punya kemampuan ajaib

Waktu itu usianya belum genap lima tahun. Dia sedang bermain bersama kakak perempuannya di rumah, ketika tangannya tiba-tiba terjepit pintu. Ujung jari kelingkingnya terkelupas, dan ada sedikit daging yang mencuat keluar. Rasanya perih sekali. Seingatnya, untuk anak balita seusianya, tak pernah dirasakannya sakit seperih itu.

Kakak perempuannya bergidik ngeri lalu segera memanggil ayahnya. Ayah yang saat itu kebetulan sedang berada di rumah terkejut melihat darah mengucur deras dari ujung jari anak bungsunya yang mungil. Dengan tergopoh-gopoh ayahnya segera mencari kapas, atau perban, atau apapun yang bisa digunakan untuk menutupi luka anaknya. Sekedar menutupi saja karena luka seperti itu jelas tak bisa dirawatnya sendiri.

Setelah menemukan kapas dan berhasil menutup lukanya, ayahnya langsung membawanya ke puskesmas yang untungnya berada tak jauh dari rumah. Puskesmas itu menyerupai rumah sakit kecil yang memiliki instalasi gawat darurat. Ke ruangan itulah ayahnya tergopoh-gopoh membawanya.

Selama perjalanan ayahnya terus mendekapnya erat. Anehnya, selama itu juga jarinya sudah tak terasa sakit lagi. Saat diperiksa dokter, dia juga tak merasakan perih yang amat sangat, hanya sedikit saja ketika dokter memberikan obat dan membersihkan lukanya. Dia bahkan merasa bangga karena tidak menangis sejak di rumah tadi, meski kata dokter lukanya cukup besar untuk jari mungil miliknya.

Tapi ada hal yang lebih aneh lagi selain rasa sakit yang tiba-tiba hilang dari kelingkingnya. Ayahnya. Sejak sampai di puskesmas tadi ayahnya terus menangis. Entah kenapa. Tak pernah dilihatnya ayahnya menangis seperti itu. Ayahnya yang tangguh dan keras soal disiplin. Air matanya dibiarkan mengalir hingga membuat pipi dan janggutnya basah.

Otak kecilnya berputar. Mengaitkan antara rasa sakit yang hilang di ujung jarinya dengan tangisan ayahnya. Akhirnya dia mendapat kesimpulan bahwa keduanya pasti sangat berhubungan. Ayahnya pasti punya kemampuan ajaib. Ya, sejak saat itu dia percaya bahwa ayahnya bisa menyerap rasa sakit yang dirasakannya. Dia percaya itulah alasan kenapa ayahnya menangis tersedu, seperti balita yang tangannya habis terjepit pintu.

– S –
*kurasa, setiap orang tua punya kemampuan ajaib seperti itu*πŸ™‚

5 thoughts on “ayahnya punya kemampuan ajaib

    1. ini terinspirasi dari kejadian nyata di rumah mas, anak tetangga saya yang masih balita abis kejepit jarinya, sampai terancam diamputasi… tapi pas dibawa ke puskesmas balitanya biasa-biasa aja, justru ayahnya yang gak berhenti nangis. saya ceritakan lagi dengan bumbu imajinasi, heheπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s