lapas

Dia bilang rumahku seperti lapas.

Lalu dalam kepalaku ibu tiba-tiba menjelma jadi kepala lapasnya. Tegas, tapi berhati Hello Kitty. Nenek dari ibu akan menjadi koki penyuplai makanan yang hanya datang seminggu sekali. Sementara ayah sepertinya cocok menjadi sipir yang bisa (meski tak selalu mau) diajak bekerjasama menyelundupkan barang keluar masuk penjara. Aku sendiri adalah tahanan yang dihukum seumur hidup karena jatuh cinta.

Tak ada rohaniawan dan paramedis. Oh iya, kami belum punya. Barangkali nanti kalau dia menyebut rumahku seperti lapas lagi, pekerjaan itu akan kutawarkan padanya. Ah tapi tidak… dibandingkan dua pekerjaan itu, kurasa akan jauh lebih menarik kalau dia jadi tahanan politik. :p

– S –

*ngomong-ngomong aku jadi ingat, konon di masa mudanya (ketika pungli masih merajalela) ayahku pernah ditolak saat melamar jadi sipir penjara*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s