setiap merasa kesal

Setiap kali merasa kesal dan marah dia akan berjalan-jalan ke toko buku… membaca setiap sinopsis di sampul belakang sambil mencibir, seolah-olah dia adalah kritikus paling handal sedunia. Setelah itu akan dibelinya sebuah buku, pulang ke rumah, dan duduk di sudut kamarnya.

Diam dan sendirian (serta masih marah) dibacanya buku itu dengan serius. Sesekali dicoretinya buku baru itu dengan pensil. Karena meski marah dia tak tega memakai spidol atau stabilo. Begitu selama berjam-jam sampai rasa kesalnya hilang.

Setiap marah, koleksi bukunya bertambah. Ketika kantongnya sedang cekak, maka kesabarannya lah yang harus diperpanjang. Karena tak ada uang untuk pelampiasan.

Menurutnya, ini adalah cara marah yang menguntungkan. Menurutku, itu hanya alasan agar dia bisa beli lebih banyak buku setiap bulan.

Lalu kata eMWe: “Menurutku, itu hanya salah dua alasan agar kelak, dari kemarahan-kemarahan dan coretan-coretan itu, lahir sebuah buku yg bukan lagi ia beli, tapi yg ia tulis sendiri. Dan menurutku, ia tak perlu berjam jam untuk itu, hanya perlu memulai…”

haha… dia selalu tahu😀

– K –

7 thoughts on “setiap merasa kesal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s