Perempuan Patah Hati, penanda puasa panjang Eka Kurniawan

Kumcer Eka Kurniawan
©ksilananda

Judul: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: PT Bentang Pustaka, Cetakan Pertama Maret 2015
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
Perancang sampul: @labusiam
Ilustrasi sampul: Ayu Hapsari & @labusiam
Ilustrasi isi: Ayu Hapsari
ISBN: 978-602-291-072-5

Ada hari ketika seseorang yang percaya bahwa dirinya tak beruntung dalam hal mendapat barang gratis atau potongan harga, ternyata bisa benar-benar merasakan hoki. Seperti hari Jumat dua pekan lalu, ketika saya menang lelang buku di grup Pembaca Buku Bentang.

Saya (yang waktu itu iseng-iseng nulis harga, satu menit sebelum lelang ditutup) bahkan belum tahu buku apa yang dilelang, haha… tapi saya nggak menyesal karena ternyata yang diperebutkan adalah KumCer terbaru Eka Kurniawan, that unconventional writer, yang berjudul Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Dan saya hanya perlu membayar setengah harga dari harga aslinya. HOKI! Barangkali juga karena ada nama… ah, gak jadi deh :p

Oke, mari lanjut membahas isinya. Kumpulan Cerpen Eka Kurniawan ini berisi 15 cerpen dengan rasa yang berbeda-beda. Sejujurnya, ini adalah Kumcer pertama milik Eka yang saya baca, karena saya belum membaca Corat-Coret di Toilet. Saya lebih dulu berkenalan dengan tulisan Eka lewat seorang pria beberapa novelnya.

Konon saya selalu berpikir bahwa cara terbaik untuk mengetahui apakah gaya bercerita seorang penulis itu monoton, apakah nuansa dan rasanya begitu-begitu saja, adalah dengan membaca kumpulan cerpennya. Dan menurut saya, di samping Eka memang memiliki gaya khas dalam bercerita, imajinasi dan rasa cerpennya tak bisa dibilang monoton dan justru selalu sulit ditebak.

Beberapa cerpennya seperti “Gerimis yang Sederhana” dan “Membuat Senang Seekor Gajah” berbentuk ‘one shot’ yang barangkali bagi beberapa orang terlalu singkat dan tanpa makna. Tetapi bahkan dalam cerita yang tampak sepele dan sehari-hari itu, Eka berhasil menyisipkan pesan tersembunyi yang bisa membuat kita merenung sekali lagi.

Menurut saya, Eka memang piawai mendongeng dan memiliki banyak cara dalam bercerita. Karena itu, KumCer ini tak akan membuat kalian bosan. Beberapa hal yang tidak membuat bosan adalah kemampuan Eka memainkan berbagai sudut pandang seperti sebuah batu yang ingin membalas dendam dalam cerpen “Cerita Batu”, joke-joke sinis (dan tak sinis) yang segar, serta cara Eka menyelipkan berbagai pesan moral dan bahan renungan bagi pembaca.

Selain itu, menurut saya Eka juga seorang pendongeng yang sabar. Ini sudah terlihat dari novel-novelnya. Namun dalam konteks cerpen yang jauh lebih singkat pun, ternyata Eka juga tak grasah-grusuh menyelesaikan ceritanya. Ini bisa kalian lihat dari bagaimana cerita-cerita Eka dibuat untuk terus menggiring rasa ingin tahu pembaca tanpa tergoda untuk memberikan bocoran-bocoran di sepanjang cerpen miliknya. Ya, bocoran itu ada, tapi endingnya tetap saja tak terduga. Eka adalah penyimpan kejutan yang pintar😀

Dari semua cerpen Eka dalam Kumcer ini, ada satu hal yang ada pada hampir semua ceritanya, yaitu ironi. Dalam novelnya pun, Eka memang jago membuat ironi. Dan ironi yang dibuatnya tak selalu berkaitan dengan hal besar. Bisa hal sepele yang tak terkatakan, seperti pada cerpen Gincu ini Merah, Sayang. Masalah yang ada dalam cerpen ini terjadi ‘hanya’ karena sang suami tak ingin mengatakan bahwa dia tak suka melihat istrinya bergincu. Sementara sang istri juga tak mengatakan bahwa dia hanya memakai gincu itu untuk suaminya.

Hal sepele yang bisa jadi masalah berkepanjangan ini mengingatkan saya pada masalah ibu Margio dan bapaknya di novel Lelaki Harimau. Ibu Margio membenci bapaknya karena pada suatu waktu di awal pernikahan mereka bapaknya tak mengirim selembar surat pun pada ibunya. Sepele, tapi ternyata bisa membuat rumah tangga sepasang manusia terasa seperti neraka.

Saya juga suka joke-joke dalam cerpen Eka. Terutama pada cerpen “Pengantar Tidur Panjang” dan “Penafsir Kebahagiaan”. Entah kenapa saya tertarik dengan Jimmi pada “Penafsir Kebahagiaan”. He’s a jerk… but an honest jerk. Dan saya ngakak waktu dia bilang “Aku tak keberatan menganggapnya adik.” hahahaha😀

Favorit saya dari semua cerpen dalam KumCer ini adalah: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, Cerita Batu, Membuat Senang Seekor Gajah, dan Teka-Teki Silang. Sementara salah satu cerpen yang harus saya baca berulang-ulang adalah Tiga Kematian Marsilam. Overall… meski saya suka membaca kumpulan cerpen Eka Kurniawan, tapi saya masih lebih suka membaca novelnya🙂

Eniwei… satu Fun Fact yang saya dapatkan dari KumCer ini, adalah bahwa kebanyakan cerpen dalam KumCer ini memiliki tokoh dengan huruf pertama M. Ya, hampir semuanya, kecuali cerpen Membuat Senang Seekor Gajah, Cerita Batu, Setiap Anjing Boleh Berbahagia, Kapten Bebek Hijau, Teka-Teki Silang, dan Pengantar Tidur Panjang. Ada apa antara Eka dengan huruf M? Atau ini hanya kebetulan dan saya saja yang terlalu nganggur memperhatikannya?😀

Konon kabarnya Kumpulan Cerpen ini juga menandai puasa panjang yang akan dilakukan Eka Kurniawan dalam hal menulis novel atau cerpen. Dalam blog-nya, Eka menulis bahwa dia akan kembali menjadi pembaca yang tekun sebelum menelurkan karya baru, entah kapan. Ah, saya tak akan kehilangan… saya yakin novel (iya, saya berharap Eka menerbitkan lebih banyak novel daripada kumcer) selanjutnya akan jadi karya yang layak ditunggu. Secara pribadi, saya lebih suka pengarang yang membuat karyanya semakin berkualitas dari buku ke buku, meski tak banyak. Dibanding pengarang yang setiap tahun menerbitkan buku dengan kualitas tulisan yang tak berkembang.

Oh ya, satu lagi… saya mau bilang kalo saya suka dengan ilustrasi sampulnya. Terima kasih pada Ayu Hapsari dan @labusiam yang sudah memberikan lukisan keren nan menggoda imajinasi di depan. Sampul ini bisa membuat saya ingin membaca ulang setiap cerpen Eka di dalamnya😀

– S –

PS: semoga lain kali menang lelang Bentang lagi, wkwkwkw :p

3 thoughts on “Perempuan Patah Hati, penanda puasa panjang Eka Kurniawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s