Buku Bagus

Buku bagus biasanya punya aura khusus. Meski sampulnya sudah kusam, plastiknya sudah bolong di sana-sini, atau warna kertasnya sudah kekuningan. Dia bisa saja tergeletak di salah satu sudut rak, seperti buku yang terbuang. Atau terjepit di antara buku-buku lain, berusaha membaur, seolah menolak diperhatikan.

Tapi aura tak pernah menipu. Dan ketika melihatnya, kau langsung mengenali sesuatu yang berbeda. Daya pikat yang sederhana, tapi tak mampu kau tampik adanya.

Di awal, kau bisa saja ragu pada kualitasnya. Terutama jika kau hanya mencermati plastik pembungkus atau blurb yang jarang sekali kau percaya. Tapi tunggu hingga kau selami isinya. Hingga kau kenali titik spasinya, kelemahan dan potensinya, setiap gelap terangnya. Kau segera sadar bahwa buku itu tak akan pernah selesai dibaca, direnungi, dipahami, meski kau sudah sampai di halaman terakhir dan membaca biodata penulisnya. Baru kau tahu kau sudah menemukan sebuah buku yang tak hanya bagus, tapi juga istimewa.

Dengan cara itu aku bertemu dengan Bumi Manusia dan The God of Small Thing. Dan begitu juga, kira-kira, caraku menemukanmu. Atau lebih tepatnya, jika harus kukatakan: seperti itulah, kira-kira, caraku terpikat padamu…🙂

– S –

NB: ini bukan gombalan, Num, sungguh…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s