Blogwalking dan ‘Mengintip’ Hidup Orang Lain

Saya suka blogwalking, saya suka baca. Saya suka blogwalking sambil membaca potongan-potongan hidup orang lain. I know, not all blog telling stories about their owner. Tapi sedikit banyak, menurut saya pasti ada residu si pemilik dalam sebuah tulisan blog pribadi. Di sana sini, di sudut, atau barangkali tersembunyi di balik kalimat-kalimat objektif dalam postingan mereka.

Saya sering mengikuti cerita-cerita personal atau menyimak banyak curhatan seseorang dalam blog mereka. It’s not for entertainment. Saya suka membaca tulisan dan cerita mereka sebagai banyak bentuk kehidupan yang dijalani oleh berbagai tipe manusia. Sebab saya hanya bisa menjalani satu dan menjadi satu tipe manusia saja. Alasan lainnya, to be honest, I have an urge to understand people and a curiosity that could kill an angel. Is it one of a curse on being an INFP?

Sometimes I got carried on by the drama, sometimes I just read it and don’t give a d*mn thought about it. Dan seringkali setelah saya membaca dan merenungkannya, saya lupa. Well, it’s that absurd, so don’t think about it too seriously.

Tapi lama-lama, saya pikir ‘kegiatan’ semacam ini gak bisa diteruskan. I have a bad habit of over-thinking, a lot of things, yang seringkali gak penting, dan gak ada hubungannya dengan saya. Terlalu banyak membaca (re: mengikuti) ‘drama’ orang lain hanya akan memberi saya topik tambahan untuk dipikirkan. And for what? Yaa… sometimes I can get a lesson from their stories, atau dapet ide buat dibikin cerita, quotes, dan bahkan ide novel. Tapi sekali lagi, rasanya ada yang salah kalo kegiatan blogwalking semacam ini dilanjutkan.

Mengingat lirik lagu You are The Universe dari Brand New Heavies:
“But you’re a driver, not a passenger in life”

Apalagi cuma ‘a reader’ or ‘a life-watcher’. Jadi sepertinya kebiasaan blogwalking (plus ‘mengintip’ hidup orang lain) ini harus benar-benar dikurangi, atau dilakukan hanya ketika butuh inspirasi. Lagian, kadang otak saya rasanya sudah overload untuk memikirkan dan ‘menyetir’ cerita hidup saya sendiri. Gak perlu lah terlalu sering membaca (atau kadang gak sadar ikut memikirkan) cerita hidup orang lain yang sudah ada ‘sopir’-nya masing-masing.

But still I’m thankfull for all of you, my blogger friend, yang cerita-ceritanya seringkali memberi saya banyak hal untuk direnungkan, dipikirkan, dan memberi saya banyak pembelajaran. Muchas gracias😀

Errr… and sorry for reading all your personal story. I started to feel like a creepy stalker. But you post it online anyway, so it’s not really a fault if I (and anyone else) could read it freely, isn’t it?😛

– S –

3 thoughts on “Blogwalking dan ‘Mengintip’ Hidup Orang Lain

  1. Menurut saya sah-sah saja, toh anda juga tidak usil dengan kehidupan orang lain. Setidaknya kita bisa mengambil pelajaran dari kisah hidup orang lain. Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s