Hari yang Sulit Disebut

Sepagian ini perempuan itu berpikir keras. Mencari kata yang tepat untuk diucapkan pada kekasihnya hari ini. Tapi tak ketemu juga. Dia ingin mengucapkan “Happy Anniversary”, tapi mereka berdua tahu hari ini bukan benar-benar hari jadi keduanya.

Melewatkan hari ini tanpa mengatakan apa-apa jelas bukan pilihan. Bagaimana pun hari ini adalah hari yang istimewa dan dia harus menulis atau mengucapkan sesuatu. Tapi apa yang harus ditulis?

Dia mencoba mengingat-ingat. Ini bukan hari pertama mereka bersepakat akan bersama. Bukan hari pertama mereka saling mengenal. Dan yang pasti, ini juga bukan hari pertama mereka jatuh cinta. Jatuh cinta? Perempuan itu bahkan tak tahu pasti kapan mereka pertama kali saling jatuh cinta.

Hari semacam ini bukanlah hari yang dengan mudah ditandai dengan sebutan. Apalagi sebutan singkat. Yang dia tahu, ini adalah tanggal yang sama ketika keduanya saling menatap dan menyadari bahwa mereka bukan orang asing. Ketika rindu yang memuncak dan entah berasal dari mana seolah membangunkan ingatan jiwanya.

Ini adalah hari ketika sebuah kisah dimulai. Sekali lagi. Setelah entah sudah ke berapa kalinya sejak pertama kali mereka jatuh cinta… ribuan tahun yang lalu, dalam rupa yang berbeda-beda.

– S –

NB : Menurutmu sebaiknya hari ini ditandai sebagai apa, Num?

2 thoughts on “Hari yang Sulit Disebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s