Cinderella has schizophrenia

Tengah malam tadi kulihat Cinderella. Mengendap-endap dari balkon lantai dua. Tak ada kereta kuda, apalagi sepatu kaca. Mau ke mana dia? Ruang dansa sudah sepi. Pangeran sudah kembali ke dunia fiksi. Dan ibu peri? Sayangnya hanya imajinasi.

Mungkin dia terbangun sebelum sahur. Tiba-tiba, seperti putri tidur. Bedanya dia ditampar kenyataan, bukan dicium pangeran tampan. Di depannya terbentang, menantang. Kenyataan yang harus ia terima. Dan namanya yang bahkan bukan Cinderella.

– S –
*dari 2013*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s