Evakuasi Saudara Kami, Secepatnya!

join the campaign and sign the petition
join the campaign and sign the petition (pict credit: @ksilananda)

Memadamkan titik-titik api di hutan yang terbakar memang penting dan harus disegerakan, tetapi mengevakuasi warga yang telah lama bertahan tanpa oksigen adalah tindakan yang lebih darurat!

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman saya beli sate di dekat kos. Saat membakar dan mengipasi sate si penjual lupa menyalakan kipas angin hingga asapnya memenuhi ruangan tempat orang-orang makan, termasuk saya yang hanya menunggu sate dibungkus. Warung itu lumayan sempit dan tertutup, jadi asap tak segera bisa keluar. Saya dan teman saya megap-megap di dalam. Keluar ruangan juga bukan solusi karena pembakaran sate justru ada di depan pintu masuk warung itu. Selama 30 menit menunggu, kepala saya pening dan lemas terkepung asap.

Itu hanya asap sate yang tak seberapa, aromanya pun lumayan sedap di hidung, dan hanya saya rasakan 30 menit saja. Lalu bagaimana dengan saudara-saudara kita di Riau, Kalimantan, Sumatra, dan Palangka Raya yang udaranya sampai berwarna kuning itu? Dikepung udara beracun, 24 jam 7 hari, dan tak ada jalan keluar. Saya tak bisa membayangkan penderitaan mereka.

Hingga saat ini sekitar 43 juta orang masih terpapar kabut asap, dan sudah ratusan ribu anak serta orang dewasa yang terkena ISPA atau bahkan meninggal karena gangguan paru-paru dan lemas. Bukan ratusan, bukan ribuan, tapi ratusan ribu. Dan yang lebih memilukan lagi, banyak di antara mereka adalah bayi, balita, dan anak-anak. Setiap kali melihat postingan –baik di linimasa jejaring sosial atau di media massa– tentang satu lagi bayi atau balita yang meninggal karena asap, hati saya perih. Mereka yang seharusnya masih punya banyak waktu untuk melihat dan menjelajahi dunia harus pergi begitu cepat karena kabut asap, yang disebabkan oleh tindakan orang-orang tak bertanggung jawab.

Ya, memadamkan titik-titik api yang memicu kebakaran hutan memang penting. Ya, menangkap dan menindak pelaku pembakaran hutan serta parusahaan-perusahaan backingannya juga penting. Tetapi yang lebih penting dan darurat saat ini adalah mengevakuasi masyarakat yang terpapar asap. Pindahkan mereka dari neraka itu ke tempat yang aman, sesegera mungkin. Tolong jangan tunggu lebih lama lagi untuk evakuasi. Sediakan obat-obatan, masker oksigen yang layak, alat bantu pernapasan, tabung oksigen, apapun yang bisa membantu mereka bertahan hidup. Jika Menteri Kesehatan mengatakan bahwa masker biasa saja cukup untuk menangkal kabut asap di Riau dan Palangka Raya, suruh dia datang dan jalan-jalan di sana barang seminggu saja sambil mengenakan masker biasa. Sejujurnya, Bu Menteri, komentar Anda tentang korban kabut asap pada pemberitaan 8 Oktober lalu sungguh membuat patah hati. Dengan mudahnya Anda bilang “Matikan api. Itu dulu.” seolah-olah semua anak, balita, bayi, manula, dan orang dewasa di sana pasti baik-baik saja sampai api bisa dimatikan. Duh, ibu…

Ah, tapi sudahlah… percuma saja merasa marah pada pemerintah. Marah tak akan mengurangi jumlah asap di Riau, Palangka Raya, dan wilayah bencana lainnya. Tak akan menyelamatkan anak-anak dan manula yang terkena ISPA. Tak akan menambah jumlah masker dan tabung oksigen yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Lebih baik mulai bergerak, ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk membantu saudara-saudara kita. Lewat donasi yang bisa disalurkan ke berbagai yayasan amal. Lewat petisi-petisi untuk menggugah pemerintah agar segera memulai evakuasi. Salah satunya, kalian bisa ikuti petisi ini.

Satu lagi upaya yang tampak kecil, tapi jangan sampai dilewatkan… doa yang tak putus. Untuk hujan, untuk keselamatan, kesehatan, ketabahan, dan kekuatan mereka. Semoga evakuasi bisa dilakukan secepatnya. Ayo, ikut bergerak!

– S –

2 thoughts on “Evakuasi Saudara Kami, Secepatnya!

  1. Mungkin pemerintah kekurangan orang untuk menangani semua masalah sampai tak bisa memberikan penanganan yang simultan, karena menurut saya sih semua sama pentingnya: memadamkan api dan mengobati korban kabut asap. Tapi ya itu tadi, mungkin pemerintah kekurangan orang sampai-sampai lost focus… meskipun kalau mau jujur, lost focus sudah biasa di pemerintahan kita :hehe :peace.

    1. menurutku sih seharusnya keduanya dilakukan bersamaan sejak awal, sedikit demi sedikit mengevakuasi warga sambil memadamkan api… sudah banyak bayi dan balita yang meninggal lho, apa yang lain masih disuruh menunggu api dipadamkan dulu baru dievakuasi? aku aja gak bisa bayangin gimana rasanya bernafas di udara yang kekuningan itu sehari aja…
      iya, lost focus, makanya kita bantuin pemerintah untuk kembali fokus, hehe😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s