Korban Doodling Iseng

Saya nggak ahli gambar. Saya hanya suka menggambar. Dan belakangan ini, ada seseorang yang selalu jadi korban ketika saya iseng menggambar :D

Anum
Anum — yang aslinya lebih manis dari gambarnya #uhuk (pict credit: @ksilananda)

Saya memanggilnya Anum. Dari kata ‘anom’ dalam bahasa Madura yang artinya ‘om’, yang kemudian termodifikasi karena saya salah dengar dan salah ejaan😛 Pria ini saya pilih sebagai korban karena tiga alasan:

Pertama, karena dia adalah orang yang ‘memaksa’ saya untuk mulai memperhatikan style gambar yang lebih realis. Konon, saya lebih suka doodling iseng atau gambar ala anime. Gaya gambar saya kejepang-jepangan seperti chibi dengan mata belo’ yang menurut saya lebih simpel. Dan karena dasarnya saya hanya suka menggambar untuk refreshing, menyalurkan emosi, energi yang berlebihan, atau mengisi waktu luang ketika nganggur, jadi saya nggak pernah mempelajari style gambar yang ada atau benar-benar belajar gambar dengan serius. Tapi gara-gara orang satu ini, saya jadi mencoba belajar style gambar selain chibi dan anime. His face is the first face I draw with other than anime drawing style.

Kedua, karena dia ini cerewet. Di antara sekian banyak orang yang sudah pernah saya bikin gambarnya dalam bentuk chibi, dia ini yang paling rewel.  He won’t hesitate to show the fault in my drawing, and he do criticize me a lot. And when I said a lot, it really means a lot… even for the smallest thing. Kalo diumpamakan klien, dia ini tipe klien yang banyak maunya dan susah dipuaskan #eh😛 Tapi saya banyak belajar dari kerewelannya itu dan kadar keseriusan saya saat menggambar jadi sedikit bertambah.

Dan alasan ketiga, ’cause he’s my 2nd favorite man in the world… and looking at his face while try to draw it will never make me bored. Yang ini nggak usah dijelasin lebih panjang ya😛

Selain itu, sejauh ini dia sudah jadi ‘korban’ yang baik dengan merelakan foto-fotonya untuk saya isengi. Bahkan setelah dahinya saya bikin benjol dan nggak simetris, hidungnya saya jadikan lebih besar, rambutnya jadi naik turun gak beraturan, dan sederet keganjilan lain pada wajahnya, dia tetap ikhlas (sambil manyun). Dan saya juga tetap senyum-senyum innocent aja ketika diprotes, sambil mengeluarkan dalih standar: “ah, namanya juga belajar…” wkwkwkwk😀

Anyway, terima kasih banyak ya Num, sudah mau jadi korban iseng gambar-gambar saya. Eh tapi katanya kalo korbannya bahagia namanya bukan ‘korban’ lho, kamu bahagia kan Num? hahaha… jangan kapok yaa😛

– S –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s